Alergi Telur: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatan yang Dianjurkan

alergi telur

Alergi telur merupakan kondisi di mana terjadi reaksi abnormal pada sistem kekebalan tubuh terhadap adanya protein telur. Penyebabnya adalah reaksi berlebihan pada sistem imunitas tubuh terhadap telur. Selain itu, juga pada jenis makanan yang mengandung telur.

Sistem imun pada tubuh menganggap bahwa protein dari telur adalah zat berbahaya. Sehingga tubuh memberikan respons dengan melepas zat histamin sebagai perlindungan terhadap tubuh. Alergi ini bisa disebabkan oleh putih telur, kuning telur, atau bisa juga oleh keduanya. 

Gejala Alergi Telur yang Umumnya Terjadi

Gejala yang timbul tidak berbeda jauh dengan gejala yang muncul pada alergi makanan lainnya. Tanda alergi telur dapat bersifat ringan sampai cukup serius yang membutuhkan penangan medis. Berikut ini adalah beberapa gejala dan tanda alergi protein telur: 

1. Pembengkakan

alergi telur
Bengkak Sebagai Tanda Alergi

Pembengkakan merupakan gejala yang lazim terjadi ketika tubuh sedang mengalami reaksi alergi terhadap telur. Pembengkakan dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh, misalnya wajah, bibir, hingga kelopak mata. Reaksi ini biasanya terjadi beberapa menit atau jam seusai mengkonsumsi telur.

2. Gatal-gatal

Reaksi alergi pada protein telur akibat dari pelepasan histamin juga dapat berupa rasa gatal di beberapa bagian tubuh. Baik itu pada bagian bibir, mata, telinga, tangan, kaki, dan tenggorokan. Terjadinya reaksi gatal biasanya muncul setelah beberapa saat seseorang mengonsumsi telur.

3. Ruam pada Kulit

alergi telur
Munculnya Ruam Pada Kulit

Kemunculan ruam pada kulit merupakan gejala khas dari alergi. Reaksi ini timbul sesaat bahkan beberapa hari sesudah seseorang mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur. Ruam berwarna kemerahan, dapat disertai atau tidak disertai dengan penonjolan kulit.

4. Hidung Tersumbat

Saat alergi debu, biasanya seseorang akan mengalami gejala hidung tersumbat. Namun, gejala ini ternyata juga bisa terjadi pada seseorang yang alergi pada protein telur. Meski pun pada umumnya gejala ini cukup jarang terjadi.

5. Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan juga merupakan salah satu gejala alergi protein telur yang cukup jarang terjadi. Namun, ketika muncul bisa sangat mengganggu aktivitas. Gejala yang muncul berupa rasa mual pada telur, sakit perut, hingga mengalami muntah-muntah.

Hal Lain yang Perlu Diperhatikan 

alergi telur
Gejala Lebih Serius Akibat Alergi

Alergi ini juga dapat mengakibatkan gejala yang lebih serius, bahkan bisa mengancam jiwa. Kondisi ini disebut dengan reaksi anafilaksis. Reaksi ini akan memunculkan gejala berupa sesak nafas, denyut nadi berdetak kencang, kepala terasa pusing, tekanan darah menurun, hingga pingsan.

Pencegahan dan pengobatan sebaiknya dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Pada anak, akan membutuhkan bantuan orang tua dan orang dewasa untuk mengetahui apakah makanan itu mengandung telur atau tidak.

Pada kondisi tertentu, biasanya dokter akan memberikan resep sejumlah obat untuk dikonsumsi guna mengatasi alergi. Obat antihistamin merupakan jenis obat untuk meredakan gejala. Obat yang termasuk golongan antihistamin misalnya clemastine, hydroxyzine, ketotifen, dan loratadine.

Jika gejala alergi berupa pembengkakan, maka jenis obat kortikosteroid bisa menjadi solusi. Namun, ketika alergi telur ditandai dengan berbagai gejala anafilaksis, biasanya dokter memberikan suntikan adrenalin. Jadi, penanganan alergi disesuaikan dengan gejala yang ditimbulkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *