Asma Bronkial yang Harus Dipahami Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

asma bronkial

Apa itu asma bronkial? Penyakit ini merupakan asma yang disebabkan oleh peradangan di dalam bronkus atau saluran udara. Peradangan akan menyebabkan bronkus menyempit dan membengkak. Akibatnya, produksi lendir akan berlebih dan menyebabkan kesulitan bernapas.

Kondisi ini dapat diketahui dari beberapa tanda dan gejala. Gejala asma bronkial di antaranya adalah sering batuk pada malam hari, sesak nafas atau sulit bernapas, mudah lelah, batuk atau mengi, dan sulit tidur. Gejala yang dialami oleh penderita mungkin berbeda satu dengan yang lainnya.

Penyebab asma bronkial sebetulnya tidak begitu jelas. Penyakit ini dapat terjadi terutama disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Beberapa faktor yang bisa memicu yaitu infeksi virus seperti flu, pneumonia, polusi udara, kecemasan dan stres, wewangian, dan perubahan suhu ekstrim. 

Pencegahan dan Pengobatan Asma Bronkial 

1. Lakukan Pengobatan

asma bronkial
Menjalani Pengobatan Asma

Ada beberapa cara pencegahan dan pengobatan yang umum diterapkan bagi para penderita asma. Salah satunya adalah Kortikosteroid isap atau inhaler yang berfungsi untuk mencegah peradangan. Selain itu, ada juga Leukotriene modifiers yang bekerja untuk melawan leukotrienes. 

Obat ini umumnya ditujukan pada pasien asma yang diakibatkan karena olahraga. Selain itu, juga bagi para penderita asma persisten berat. Ada juga pengobatan Long Acting Beta agonist yang berguna untuk mencegah tubuh dari serangan zat pemicu pada aktivitas berat dan olahraga. 

2. Cegah Pemicu Asma

Setiap penderita akan menimbulkan reaksi berbeda terhadap pemicu asma. Suatu pemicu asma mungkin saja tidak menimbulkan reaksi bahaya bagi sebagian penderita asma, tetapi pada penderita asma lainnya justru pemicu tersebut dapat bekerja dan memunculkan beragam gejala. 

Sangat penting untuk mengenali berbagai hal yang bisa memicu kambuhnya asma. Jika memungkinkan, sebaiknya hindari berbagai penyebab dan pemicu asma yang spesifik. Hal ini merupakan kunci utama dalam rangka pencegahan terhadap serangan asma.

3. Immunotherapy

asma bronkial
Dengan Jalan Terapi Imun untuk Asma

Immunotherapy bertujuan untuk menekan sistem imun. Terapi ini berfungsi untuk mengurangi sensitivitas allergen. Pada beberapa bulan awal, injeksi biasanya diberikan satu kali dalam seminggu. Berlangsung selama beberapa tahun sampai sistem imun pada tubuh menjadi peka.

4. Gunakan Sistem Filter Udara

Filter udara menyaring beragam partikel yang terdapat pada aliran udara. Termasuk menyaring pemicu asma, seperti serbuk sari, jamur, tungau, serbuk sari. Alat filter ini bisa membersihkan polutan hingga 99.9%. Namun, akan dianjurkan supaya tidak ketergantungan dengan alat ini. 

5. Gunakan Pelembab Udara

asma bronkial
Memasang Pelembab Udara di Rumah

Alat pelembab udara berfungsi untuk meningkatkan level kelembaban udara. Ini bekerja dengan memanfaatkan uap air. Jika dirawat dengan baik, maka pelembab akan sangat membantu mengurangi serta meringankan gejala bagi penderita asma.

Itulah beberapa cara pencegahan penyakit asma. Selain menerapkan cara pencegahan di atas, sangat penting untuk selalu memonitor perkembangan dari pengobatan asma itu sendiri. Selain itu, rutin memeriksa kondisi kesehatan paru-paru juga menjadi hal penting yang wajib untuk dilakukan.

Meskipun asma merupakan kondisi yang cukup umum. Namun, bukan berarti masalah kesehatan ini diabaikan begitu saja tanpa adanya penanganan dan pengobatan. Jika Anda adalah salah satu penderita asma bronkial, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter untuk memantau kesehatan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *