Buang Air Besar Cair (Diare): Penyebab dan Pengobatan yang Dianjurkan

Buang air besar cair (diare)

Diare merupakan penyakit pencernaan yang bisa menyerang manusia. Buang air besar cair (diare) umumnya terbagi menjadi dua kasus, yaitu diare akut dan diare kronis. Penyakit ini dapat dialami oleh siapapun, baik yang masih berusia balita hingga orang dewasa yang telah memasuki lanjut usia. 

Mengenal Penyebab Diare 

Buang air besar cair (diare)
Hal-hal yang Menyebabkan Diare

Penyebab penyakit diare biasanya berasal dari makanan. Banyak sekali penjual makanan di pinggir jalan dengan kebersihan makanan yang kurang. Makanan yang kurang higienis ditunjang dengan tangan ataupun alat makan yang tidak bersih, dapat memicu terjadinya penyakit ini. 

Akan tetapi, bisa saja diare adalah efek samping dari hal lain. Seperti konsumsi obat tertentu atau reaksi alami karena alergi terhadap suatu makanan. Adanya penyakit pada bagian usus, atau karena tidak dapat memakan makanan mengandung karbohidrat jenis laktosa dan fruktosa. 

Cara Mencegah Terjadinya Buang Air Besar Cair (Diare)

1. Rajin Menjaga Kebersihan Tangan atau Peralatan Makan

Tangan setiap harinya memegang benda yang mengandung bakteri, virus, atau parasit lainnya. Bukan berarti hanya dengan mencuci tangan di air yang mengalir dapat menghilangkan parasit. Cuci tangan menggunakan sabun, lalu, bilas hingga bersih. Jadi, kuman yang ada dapat berkurang. 

Biasakan lakukan hal kecil dengan menjaga kebersihan tangan ataupun peralatan makan. Pastikan alat makan yang ada bersih. Jika sedang makan di tempat makan, dapat disiasati dengan membilas peralatan makan di air yang mengalir, lalu keringkan dengan menggunakan tisu yang ada. 

2. Masak Daging Hingga Matang Sempurna

Buang air besar cair (diare)
Selalu Masak Daging Hingga Matang Sempurna

Daging yang dimasak setengah matang, sangat beresiko menyebabkan diare. Karena bisa saja bakteri belum hilang, hanya dinonaktifkan saja saat terkena panas dari api. Jika sudah disajikan dalam keadaan dingin, maka bisa saja bakteri aktif kembali dan menyerang sistem pencernaan. 

3. Minumlah Minuman yang Telah Direbus Hingga Mendidih

Merebus air hingga kondisi mendidih dapat meminimalisir adanya bakteri yang masih bertahan di dalamnya. Karena pemanasan adalah salah satu cara dalam melakukan sterilisasi. Meminum air yang mentah berasal dari gunung ataupun sebagainya, tidak baik untuk kesehatan pencernaan. 

Air yang belum direbus, masih terkandung berbagai bakteri ataupun mikroorganisme lain yang habitatnya di air. Jika sudah terlanjur meminum air mentah, sebaiknya segera minum larutan oralit atau minuman lainnya. Ini bisa membantu menetralisir yang telah diminum sebelumnya.

4. Hindari Makanan yang Menyebabkan Timbulnya Alergi

Buang air besar cair (diare)
Jangan Konsumsi Makanan Pemicu Alergi

Beberapa orang ada yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Hindari makanan yang dapat menyebabkan timbulnya alergi, agar tidak diare. Perbanyak air putih jika mengalami diare untuk menghindari terjadinya dehidrasi yang dapat merubah diare dari akut menjadi kronis.

5. Perhatikan Peringatan Efek Samping dari Obat Sebelum Diminum

Obat oral menyertakan peringatan efek samping di dalam label ataupun pada kemasan, untuk menginformasikan efek setelah mengkonsumsi obat. Agar tidak diare, maka pastikan tidak ada kata diare didalam efek samping obat. Kalau ada, konsultasikan kembali dengan dokter.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah buang air besar cair (diare). Jika sudah terlanjur, maka pengobatan diare dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat pereda ataupun penghambat feses supaya memperlambat pergerakan usus. Jangan lupa selalu jaga kesehatan ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *