Pahami Informasi Seputar Penyebab Buta Warna Parsial 

buta warna parsial

Salah satu masalah kesehatan mata yang dialami oleh banyak orang adalah buta warna. Sebagian besar dari penderita buta warna mengalami buta warna parsial. Sehingga, sedikit sekali penderita yang benar-benar mengalami buta warna total. 

Karakteristik penderita yang mengalami buta warna adalah mempunyai persepsi yang berbeda terhadap warna. Kondisi buta warna sendiri umumnya ditandai dengan kesulitan dalam menyebutkan warna. Hal ini juga akan terjadi sejak masih kecil. 

Tentunya hal ini ini berbeda dengan anak-anak lain seusianya yang sudah bisa mengidentifikasi jenis-jenis warna dengan mudah. Lantas, apa saja penyebab dari buta warna parsial ? Dan pa yang dirasakan oleh penderita buta warna?

Penyebab Buta Warna Parsial dan yang Dirasakan oleh Penderitanya

buta warna parsial
Kondisi buta warna parsial pada seseorang

Perlu diketahui bahwa secara garis besar terdapat dua jenis buta warna. Pertama yaitu buta warna total dan kedua, buta warna parsial. Pada buta warna jenis parsial, penderita akan mengalami kesulitan untuk membedakan sebagian jenis warna. 

Sementara itu, buta warna total menyebabkan penderita tidak bisa melihat warna sama sekali dalam hidupnya. Penyebab buta warna yang paling umum adalah karena faktor genetik. Gangguan kesehatan mata ini diwariskan dari keluarga yang mempunyai kelainan pada bagian fotopigmen. 

Fotopigmen adalah molekul yang berfungsi untuk mendeteksi warna pada sel-sel berbentuk kerucut di retina. Buta warna ini juga bisa disebabkan oleh hal lain. Misalnya, karena paparan bahan kimia atau karena cedera fisik pada mata, dan saraf penglihatan. 

Bisa juga bagian otak yang berfungsi untuk memproses informasi warna. Selain itu, perpaduan antara katarak dan usia juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami buta warna. Sehingga penyebab buta warna ini tentu sangat berbeda-beda pada tiap penderita.

Jenis Buta Warna

buta warna parsial
Ada berbagai jenis dari buta warna

Buta warna parsial diklasifikasikan menjadi dua golongan. Pertama, buta warna pada gradasi warna merah-hijau. Ini disebabkan karena berkurangnya fungsi dari sel kerucut merah atau sel kerucut hijau.

Kemudian kedua adalah buta warna pada gradasi warna biru-kuning. Hal ini disebabkan karena pigmen foto kerucut biru tidak berfungsi dengan baik. Jenis buta warna yang lain diantaranya adalah:

1. Deuteranopia

Kondisi dimana tidak adanya sel kerucut hijau. Ini akan menyebabkan pengidap cenderung melihat warna merah sebagai warna kuning kecoklatan. Sementara warna hijau dianggap menjadi warna krem.

2. Protanopia

Tidak adanya sel kerucut merah yang menyebabkan penderita melihat warna merah sebagai warna hitam. Begitu juga penglihatannya pada warna hijau atau jingga yang terlihat seperti warna kuning. Selain itu, penderita juga sulit membedakan antara warna biru dengan ungu.

3. Protanomaly

Terdapat gangguan pada fungsi fotopigmen merah. Hal ini menyebabkan warna merah, jingga, dan kuning terlihat lebih gelap menyerupai warna hijau. Kondisi ini dianggap cukup ringan dan dialami oleh 1% pria di dunia. Masalah ini juga tidak terlalu berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari.

4. Deuteranomaly

Deuteranomaly menyebabkan penderita melihat warna kuning dan hijau sebagai warna kemerahan. Penderita juga sulit membedakan antara warna ungu dengan biru. Kondisi tersebut tidak berbahaya dan disebabkan ketidaknormalan fotopigmen biru. Ada sekitar 5% pria yang mengalami ini.

5. Tritanomaly

Sebuah kondisi dimana terjadi gangguan pada fungsi fotopigmen biru. Situasi ini menyebabkan penderita melihat warna biru yang lebih mirip seperti warna hijau. Penderita umumnya juga mengalami kesulitan dalam membedakan warna merah dan kuning. Namun, kondisi ini sangat jarang dialami.

6. Tritanopia

Kondisi yang disebabkan karena tidak adanya sel kerucut biru yang cukup, sehingga menyebabkan warna biru lebih tampak seperti warna hijau. Sementara warna kuning tampak seperti abu-abu muda atau ungu. Kondisi ini pun sangat jarang ditemui pada pria dan juga wanita.

Itulah hal-hal yang dirasakan oleh penderita buta warna parsial. Buta warna yang disebabkan karena keturunan tidak bisa disembuhkan. Selama tidak mengganggu aktivitas, maka tidak dibutuhkan penanganan khusus. Namun, jika mengganggu kesehatan, segera konsultasi dengan dokter. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *