Seputar Penyakit Diabetes Melitus yang Penting Untuk Dipahami

diabetes melitus

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai tingginya kadar gula dalam tubuh. Glukosa akan menumpuk dalam darah akibat dari ketidakmampuan sel tubuh untuk menyerap dengan baik. Apabila penyakit diabetes tidak ditangani dengan baik, maka bisa terjadi komplikasi.

Penyakit kencing manis ini pada awalnya tidak menimbulkan gejala yang berarti. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang tidak menyadari telah mengalami sakit diabetes sejak lama. Untuk itu, sangat penting untuk mengetahui apa saja gejala dari penyakit yang satu ini.

Gejala dan Penyebab Diabetes 

diabetes melitus
Beberapa Gejala Diabetes Melitus yang Umum Terjadi

Gejala diabetes melitus di antaranya sering merasa haus, lesu, sering buang air kecil, sering sariawan, infeksi kulit, vagina, dan saluran kemih. Gejala yang jarang terjadi, seperti muntah atau mual, mulut kering, luka yang sulit sembuh, serta kulit gatal di lipatan paha dan daerah vagina.

Penyebab diabetes melitus di antaranya adalah obesitas atau kegemukan, usia tua lebih dari 45 tahun, riwayat keluarga, mengalami diabetes selama kehamilan, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kurang beraktivitas fisik, dan memiliki kadar gula yang tinggi pada pemeriksaan sebelumnya.

Cara Pengobatan Penyakit Diabetes Melitus

diabetes melitus
Pengobatan yang Dianjurkan untuk Diabetes

Penyakit diabetes melitus dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Obat-obat tersebut dapat diberikan secara tunggal atau kombinasi antara dua atau lebih obat. Nah, beberapa cara pengobatan penyakit diabetes melitus di antaranya adalah:

1. Konsumsi Obat Jenis Sulfonilurea

Sulfonilurea berkhasiat untuk membantu meningkatkan produksi insulin di dalam pankreas. Dengan meningkatnya insulin, gula darah dalam tubuh  bisa semakin menurun. Obat jenis ini dapat diberikan langsung secara tunggal maupun dikombinasikan dengan  metformin.

2. Gliptin (Dipeptidyl Peptidase-4 Inhibitor)

Penghambat DPP-IV seperti linagliptin, sitagliptin, saxagliptin, dan vildagliptin berfungsi untuk menghambat pemecahan hormon glucagon-like peptide-1. Jenis hormon yang berkaitan dengan produksi insulin. Dengan begitu, maka gliptin akan dapat meningkatkan sekresi insulin.

3. Metformin

diabetes melitus
Jenis Obat Metformin

Metformin merupakan obat lini pertama yang diberikan kepada penderita diabetes melitus. Obat ini menekan proses produksi glukosa di dalam hati serta membantu tubuh agar lebih responsif terhadap hormon insulin. Kelebihan metformin adalah tidak menyebabkan kenaikan berat badan. 

4. Obat Agonis GLP-1

Agonis GLP-1, seperti liraglutide dan exenatide memiliki mekanisme kerja yang mirip dengan hormon GLP-1 alami. Obat jenis ini umumnya diaplikasikan pada penderita diabetes. Dan yang menggunakan obat sulfonilurea atau metformin dan mengalami terjadinya obesitas.

5. Terapi Insulin

Para penderita diabetes yang memanfaatkan obat-obatan secara oral, terkadang juga membutuhkan suntikan insulin. Pengaplikasian suntikan insulin pada penderita sangat dibutuhkan. Dengan melakukan terapi insulin, maka akan mengoptimalkan penyembuhan diabetes.

Penyakit ini bisa dicegah dengan berbagai cara. Yaitu menjaga pola hidup sehat, meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi serat, mengurangi makanan tinggi lemak dan karbohidrat, meningkatkan aktivitas fisik. Juga berupaya menurunkan berat badan bagi penderita obesitas.

Diabetes melitus merupakan jenis penyakit yang harus segera mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab, bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang mengkhawatirkan kesehatan dan nyawa. Dengan penanganan yang baik, maka penderita bisa menjalankan aktivitas dengan normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *