Mengenal Gejala dan Penyebab Ulkus Duodenum

ulkus duodenum

Pernahkah kamu terbangun di malam hari dan tiba-tiba merasakan nyeri seperti terbakar di bagian tengah perut (ulu hati)? Juga disertai mual dan kembung dan berlangsung beberapa menit, bahkan hingga berjam-jam? Jika iya, maka kamu sebaiknya waspada. Bisa jadi ini gejala ulkus duodenum.

Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja, tergantung pola hidupnya. Jika dibiarkan tanpa diobati, penyakit ini dapat menimbulkan dampak yang serius bagi organ pencernaan. Kalau kamu penasaran untuk mengetahui lebih jauh tentang penyakit ini, yuk langsung simak saja penjelasannya. 

Apa Sih Ulkus Duodenum Itu? Bagaimana Gejalanya?

ulkus duodenum
Gangguan pencernaan yang menyerang usus halus

Ulkus duodenum adalah sebuah kondisi dimana bagian atas usus halus (duodenum) mengalami luka yang terbuka. Kamu yang mengalami penyakit ini akan merasakan gejala nyeri seperti terbakar di bagian ulu hati. Rasa nyeri ini bisa menyebar hingga ke leher, pusar, dan punggung.

Rasa nyeri yang timbul bisa berlangsung hanya beberapa menit, namun bisa juga berjam-jam. Biasanya gejala akan muncul setelah selesai makan atau saat malam hari. Nyeri juga dapat timbul sebelum mengonsumsi makanan atau saat perut merasa lapar namun akan mereda setelah minum obat.

Penderita ulkus duodenum akan mengalami penurunan nafsu makan. Perut terasa begah, kembung, dan tidak nyaman. Rasa mual, mulas dan ingin muntah juga kerap melanda penderita penyakit ini. 

Apabila dibiarkan, penderita akan mengalami muntah darah dan kondisinya dapat menjadi kian gawat. Kamu dapat mengantisipasi penyakit ini dengan mengetahui penyebabnya. Inilah beberapa penyebab ulkus duodenum. 

Penyebab Munculnya Kondisi Ini

ulkus duodenum
Konsumsi obat-obatan tertentu bisa memicu kondisi ini

Pada lambung, jumlah asam lambung yang diproduksi dan lapisan mukosa yang melindungi usus harus seimbang. Jika tidak, maka bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Asam lambung yang bersifat korosif diproduksi untuk membantu proses pencernaan makanan dan membunuh bakteri yang masuk.

Nah, karena sifat asam lambung yang korosif maka sel yang melapisi lambung dan duodenum akan memproduksi lapisan mukosa untuk melindungi pencernaan. Ulkus duodenum timbul karena jumlah asam lambung yang tidak seimbang. Akibatnya, ada kerusakan lapisan lambung dan duodenum.

Kerusakan lapisan mukosa akibat ketidakseimbangan jumlah asam lambung di dalam saluran pencernaan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal. Tentunya dengan penyebab yang berbeda. Berikut beberapa penyebab kerusakan lapisan duodenum yang bisa dijelaskan: 

1. Infeksi Bakteri Helicobacter Pylori

Helicobacter pylori dapat tumbuh di lambung manusia. Bakteri H.pylori menginfeksi dengan cara menyerang dan merusak dinding lambung serta usus halus. Meski lambung memproduksi asam lambung yang dapat membunuh bakteri, namun H. pylori dapat hidup dalam kondisi asam.

Penularan H. pylori berkaitan dengan kurangnya kesadaran akan kebersihan. Penyebaran diduga karena bakteri yang dikeluarkan oleh penderita tertelan oleh orang yang sehat.  Seseorang dapat terinfeksi karena tertelan bakteri yang keluar dari kotoran penderita. 

2. Penggunaan Obat-Obatan

Penyebab selanjutnya adalah obat-obatan anti inflamasi non steroid. Contohnya seperti aspirin, ibuprofen, asam mefenamat dalam jangka panjang dan dosis tinggi dapat menyebabkan ulkus pada lambung dan duodenum. Termasuk juga penggunaan diklofenak, meloxicam, dan piroxicam. 

3. Gaya Hidup Tidak Sehat

Pola makan yang tidak sehat, merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan stress juga menyebabkan ulkus pada duodenum. Kamu penggemar masakan pedas sebaiknya mulai mengurangi konsumsi cabai bila tidak ingin terkena penyakit ini. Jangan lupa juga selalu jaga gaya hidup sehat.

Demikianlah pembahasan mengenai gejala dan penyebab ulkus duodenum. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat dijadikan referensi untuk mengantisipasi gangguannya. Jangan lupa selalu jaga kesehatan kamu ya! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *