Jamur di Kulit Kepala: Penyebab dan Cara Mengatasinya

jamur di kulit kepala

Jamur di kulit kepala atau dalam istilah medis dikenal dengan tinea capitis adalah sejenis infeksi jamur yang terjadi di kepala. Kondisi yang demikian memunculkan bercak bersisik dan rasa gatal serta panas di bagian kulit kepala. Kondisi ini cukup sering menyerang seseorang.

Penyebab dan Cara Mengatasi Jamur di Kulit Kepala

Penyebab kondisi ini adalah jamur dermatofita. Jamur tersebut berkembang di rambut dan bagian paling luar kepala. Jamur ini sangat menyukai tempat yang lembab dan hangat. Oleh karena itu jamur ini lebih mudah berkembang biak di kulit kepala yang cenderung berkeringat. 

Infeksi akibat jamur ini dapat menular dengan mudah.  Untuk mengatasi jamur bisa melakukan cara yang direkomendasikan oleh dokter. Akan tetapi, pengobatan yang dilakukan juga memiliki efek samping yang harus diperhatikan. Berikut adalah beberapa cara tersebut:

1. Menggunakan Obat Anti Jamur

jamur di kulit kepala
Untuk menghilangkan jamur, gunakan beberapa jenis obat pembasmi jamur yang memang dianjurkan oleh dokter

Mengkonsumsi obat anti jamur menjadi hal yang paling sering direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi jamur yang ada di kulit kepala. Obat tersebut adalah griseofulvin dan terbinafine hydrochloride. Obat anti jamur tersebut dapat diminum selama masa pengobatan yaitu 6 minggu.

Selama masa pengobatan, obat ini biasanya akan memunculkan efek samping. Contohnya seperti muntah, pusing, reaksi alergi hingga sensitif terhadap matahari, demam, gatal-gatal bahkan hingga sakit perut. Apabila terjadi efek samping yang demikian sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter.

2. Shampo

Infeksi jamur di kulit kepala bisa diatasi dengan shampo khusus yang diresepkan oleh dokter. Shampoo tersebut mengandung komponen aktif anti jamur yaitu ketoconazole atau selenium sulfide. Komponen ini berguna untuk mencegah penyebaran infeksi.

Namun, shampoo ini tidak membunuh jamur hanya mencegah penyebarannya saja. Penggunaan shampo ini juga tidak boleh sembarangan. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. 

 Penggunaan shampo ini juga memiliki aturan yaitu hanya digunakan beberapa kali dalam seminggu selama satu bulan. Waktu tersebut akan digunakan untuk melihat hasil pengobatan. Mengingat infeksi ini butuh waktu lama untuk penyembuhan.

3. Menjaga Kebersihan Kulit Kepala

jamur di kulit kepala
Selalu jaga kebersihan kulit kepala dan rambut agar terhindar dari infeksi jamur dematofita penyebab jamur

Cara mengatasi infeksi jamur ini bisa juga dengan menjaga kebersihan tubuh dan sering mencuci tangan secara rutin. Saat tangan dalam keadaan kotor, jangan sesekali memegang kepala atau menggaruk kulit kepala. Sebab, dapat menularkan jamur yang mungkin menempel pada tangan.

4. Hindari Berbagi Benda Pribadi

Apabila ingin terhindar dari jamur di kulit kepala usahakan untuk tidak berbagi benda pribadi misalnya sikat gigi, handuk, sisir rambut atau baju. Semua benda tersebut dapat menjadi media penularan jamur tersebut. Oleh karena itu, tidak baik saling meminjam benda pribadi dengan orang lain.

5. Hindari Hewan yang Telah Terinfeksi

jamur di kulit kepala
Hati-hati dengan hewan yang sudah terkena jamur seperti kucing, anjing, dan sebagainya

Tidak hanya manusia, hewan pun dapat terinfeksi jamur dermatofita. Ciri hewan yang telah terinfeksi jamur ini adalah memiliki kebotakan di bagian bulunya. Berbeda dengan manusia, gejala ini sangat sulit dilihat bila terjadi pada hewan.

Biasanya kucing dan anjing adalah jenis hewan yang bisa terkena jamur ini. Namun, tidak perlu khawatir. Sebab untuk mengatasinya periksakan hewan peliharaan secara rutin ke dokter. 

Demikianlah ulasan tentang infeksi jamur di kulit kepala. Tentang apa saja yang menjadi penyebab dan bagaimana cara mengatasinya harus diketahui agar dapat mencegah tertular infeksi jamur ini. Karena infeksi ini mudah menular antar manusia,dengan hewan atau dengan benda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *