Ketahui Tentang Alergi Makanan Pada Bayi, Yuk Bunda

Ketahui Tentang Alergi Makanan Pada Bayi, Yuk Bunda!Halo, bunda, pasti rasanya menggemaskan ketika sedang menyuapi makanan ke si buah hati, bukan? Lalu, apakah kulit si buah hati sering terdapat warna kemerahan, bentol-bentol, ruam setelah memakan beberapa jenis makanan terntentu? Jangan panik, anda pertama-tama harus memastikan apakah itu benar-benar alergi atau bukan. Tidak usah khawatir jika anak memang mengalaminya, yuk kenali alergi makanan pada bayi.

Makanan Penyebab Alergi

Sebaiknya bunda jangan terburu-buru memutuskan bahwa bayi memang terkena alergi makanan, kenali dan identifikasilah terlebih dahulu. Bunda bisa mencoba memberikan satu jenis makanan yang sama dalam beberapa hari lalu mencoba mengganti dengan makanan lain untuk mengetes alergi atau tidaknya si kecil.

Hindari mencampurkan banyak jenis makanan agar tidak menyulitkan bunda untuk mengetahui makanan yang menyebabkan alergi. Selain gejala yang tampak pada kulit, anak juga bisa mengalami kurang nafsu makan, batuk, muntah-muntah, diare, bahkan kehilangan kesadaran.

Terdapat banyak contoh jenis makanan yang sering memicu reaksi alergi bayi. Telur yang dikenal tinggi akan protein, mineral, dan vitamin ternyata merupakan salah satu makanan penyebab alergi juga loh, bunda. Protein dalam putih telur rentan menimbulkan alergi. Apabila terdapat gejala-gejala tertentu pada bayi, hentikan penggunaan putih telur pada bubur atau makanan anak.

Selain telur, juga terdapat ikan dan makanan laut. Seafood memiliki potensi yang lumayan besar untuk memicu alergi anak. Tetapi, jika bayi alergi pada ikan laut tertentu, bisa saja ia tidak alergi pada hewan laut lain seperti udang. Bunda dapat mengganti asupan protein dengan ikan tawar sebagai alternative.

Apa Makanan yang Bisa Membuat Alergi Pada Bayi?

Lalu, gandum dan kacang-kacangan. Alergi terhadap kacang tidak bisa dianggap remeh, beberapa penderitanya bahkan sampai mengalami kulit pucat, kesulitan bernafas, dan kulit membiru, biasanya dikenal sebagai anafilaksi.

Sedangkan gandum (atau beras-berasan) mengandung gluten yaitu protein yang didapat dari biji-bijian. Gejala reaksi terhadap gluten ini memang sulit dideteksi karena biasanya hanya berupa tidak bertambahnya berat badan bayi. Makanan yang sering mengandung gluten antara lain bubur, mi, kue, atau roti.

Cara Mengatasi Alergi Pada Bayi

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, pastikan buah hati anda memang mengalami alergi. Bunda bisa mendeteksi alergi dengan berbagai macam cara, tapi tentunya, hindari cara yang terlalu membahayakan. Selain dengan mengetes bahan makanan satu persatu, alergi bayi dapat diketahui dari riwayat penyakit alergi pada orangtua atau keluarganya.

Sayangnya, bagaimanapun alergi tidak dapat dilenyapkan, namun dapat diminimalisir dengan menghindari makanan-makanan penyebabnya. Biasanya jika terhindar dari makanan pemicu alergi pada bayi, alergi tersebut perlahan-lahan akan mengurang bahkan bisa menghilang seiring anak bertumbuh.

Hal yang benar-benar penting adalah banyak orangtua yang mengira semakin banyak anak mengonsumsi makanan pemicu alerginya maka semakin kebal pula si anak. Nyatanya, penyakit alergi akan semakin sering kambuh dan bertambah parah.

Sebaiknya, bunda jangan asal bertindak terhadap alergi yang dialami bayi karena dapat berakibat fatal. Miris, kejadian ini sudah sering terjadi pada banyak orang. Jangan ditiru ya, bunda.

Itulah beberapa informasi seputar makanan dan cara mengatasi alergi makanan pada bayi. Segera tanggapi dengan sigap jika gejala makin parah. Jangan sekalipun memberinya obat-obatan sendiri atau penanganan yang asal-asalan. Lebih baik bunda langsung membawanya ke tenaga medis asli seperti dokter agar menghindari resiko alergi semakin menjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *