Mekanisme Kerja Insulin Suntik Pada Penderita Diabetes

mekanisme kerja insulin

Insulin merupakan hormon yang bekerja untuk memindahkan glukosa dari darah ke sel sebagai energi atau disimpan sebagai energi untuk digunakan pada saat dibutuhkan oleh tubuh. Manfaat insulin adalah untuk merangsang sel-sel di seluruh tubuh untuk mengambil glukosa dari aliran darah. Sel-sel tersebut lalu mengubah glukosa menjadi energi. Akan tetapi, tubuh para penderita diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin secara cukup. Hal ini menyebabkan gula semakin menumpuk di aliran darah dan beresiko terjadinya stroke hingga serangan jantung. Ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin, membuat para penderita diabetes membutuhkan pasokan insulin dari luar, yaitu melalui sebuah suntikan. Mekanisme kerja insulin suntik sama seperti insulin alami, yaitu mengubah gula yang diserap oleh sel menjadi bentuk energi. Lalu, apa saja jenis insulin suntik untuk para penderita diabetes?

Mekanisme Kerja Insulin dari Suntik InsulinĀ 

mekanisme kerja insulin
Suntik Insulin

Insulin suntik merupakan jenis obat yang digunakan guna memenuhi kebutuhan insulin penderita diabetes. Jadi, para penderita diabetes tipe 1 harus diberi suntik insulin supaya kadar gula darah dalam tubuhnya lebih terkontrol. Ada banyak jenis insulin yang sering digunakan sebagai pengendali kadar gula darah pada para penderita diabetes. Perbedaan jenis insulin dikelompokkan berdasarkan kecepatan kerja dari hormon insulin itu sendiri serta seberapa lama insulin mampu mempertahankan kadar gula darah bagi penderita diabetes. Nah, berikut adalah beberapa jenis insulin yang harus anda ketahui:

1. Rapid-Acting Insulin

Rapid-acting insulin merupakan jenis insulin yang bekerja sangat cepat untuk menurunkan kadar gula darah pada tubuh pasien. Insulin ini digunakan 15 menit sebelum jam makan pasien. Rapid-acting insulin dibagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu Insulin Lispro (Humalog), Insulin Aspart (Novolog), dan Insulin Glulisine (Apidra). 

Perbedaan dari ketiga jenis rapid-acting insulin tersebut adalah lama waktu untuk mencapai pembuluh darah, waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan kadar gula darah, serta lama waktu insulin tersebut mampu menjaga kadar gula darah. Insulin Lispro dan Insulin Asprat dapat menjaga gula darah normal selama kurang lebih 3-5 jam. Sementara itu, Insulin Glulisine mampu mempertahankan kadar gula darah dalam tubuh selama 1-2,5 jam.

2. Short-Acting Insulin

mekanisme kerja insulin
Jenis Insulin

Jenis hormon insulin ini juga bisa menurunkan kadar gula darah pada tubuh dengan waktu yang relatif cepat. Meski waktu yang dibutuhkan tidak secepat rapid-acting insulin. Pada umumnya, insulin jenis ini diberikan kepada pasien 30-60 menit sebelum makan. Contoh short-acting insulin adalah regular (r) atau novolin. Insulin ini dapat membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit untuk mencapai pembuluh darah. Novolin juga bekerja secara cepat yang membutuhkan waktu 2-5 jam untuk menurunkan kadar gula darah. Insulin ini dapat mempertahankan kadar gula darah pada tubuh pasien selama 5-8 jam.

3. Long-acting Insulin

Jenis insulin yang satu ini dapat bekerja selama seharian. Maka dari itu, long-acting insulin lebih banyak dipakai saat malam hari dan pemakaiannya hanya satu kali saja setiap harinya. Pada umumnya, pemakaian insulin long-acting dikombinasikan bersama dengan insulin rapid-acting atau short-acting. Jenis long-acting insulin di antaranya adalah Insulin Glargine (Lantus, Toujeo), Insulin Detemir (Levemir), dan Insulin Degludec (Tresiba).

Setiap penderita diabetes tentu akan mendapatkan jenis suntikan insulin yang berbeda-beda. Hal ini sangat tergantung dengan kondisi penyakit diabetes yang dialami oleh masing-masing pasien. Dosis yang diberikan juga akan berbeda pada setiap pasien. Oleh karena itu, sebaiknya pasien diabetes selalu berkonsultasi dengan dokter ahli mengenai mekanisme kerja insulin suntik yang terbaik sesuai kondisi tubuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *