Hal-hal yang Wajib Diketahui Tentang Naik Pesawat Saat Hamil

Hal yang pertama dan wajib Anda lakukan sebelum bepergian menggunakan pesawat adalah melakukan konsultasi pada dokter kandungan. Konsultasi sebaiknya Anda lakukan meskipun kondisi kehamilan Anda dapat dikatakan normal. Namun, jika Anda memiliki penyakit diabetes, hipertensi, atau pernah melahirkan secara prematur, Anda wajib sekali untuk memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk mengecek kebijakan maskapai penerbangan bersangkutan mengenai kebijakan tentang ibu hamil naik pesawat.

Risiko Naik Pesawat Saat Masa Kehamilan

Meskipun tergolong aman, naik pesawat saat hamil bisa saja meningkatkan risiko terjadinya beberapa masalah pada kehamilan. Adapun risiko yang mungkin muncul antara lain:

1. Penggumpalan Darah Pada Vena Dan Parises Menaiki pesawat saat sedang hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah pada vena serta varises. Untuk itu, ketika mengudara Ibu hamil bisa memakai stoking kompresi atau kaus kaki setinggi lutut yang diproduksi khusus untuk penerbangan agar meminimalisir risiko ini terjadi.

2. Keguguran atau Gagal Janin Risiko keguguran atau gagal janin bisa saja meningkat karena adanya paparan radiasi atmosfer saat berada pada ketinggian tertentu. Namun, tidak perlu khawatir dengan risiko tersebut jika Anda hanya sesekali melakukan penerbangan. Peringatan risiko ini lebih ditekankan kepada Ibu hamil yang seringkali melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

3. Penurunan Oksigen dalam Darah Selama penerbangan, tekanan udara akan menurun dan menyebabkan oksigen yang ada dalam darah juga ikut menurun. Namun, tak perlu cemas karena penurunan oksigen ini tidak akan berisiko terhadap janin jika kondisi tubuh Ibu hamil dalam keadaan sehat.

Amanakah Naik Pesawat Saat hamil?

Waktu yang Tepat Untuk Melakukan Penerbangan bagi Ibu Hamil

Seberapa aman bepergian naik pesawat saat hamil ternyata ditentukan juga dari usia kehamilan. Waktu yang diaggap tepat untuk bepergian menggunakan pesawat adalah saat kehamilan memasuki trimester kedua atau usia pertengahan, yaitu sekitar minggu ke-14 hingga minggu ke-28. Pada waktu tersebut, Ibu hamil sudah merasa nyaman kembali dengan kehamilannya dan risiko keguguran atau lahir prematur pun terbilang rendah pada usia kehamilan tersebut.

Sedangkan untuk trimester pertama atau pada awal kehamilan, beberapa wanita seringkali mengalami kelelahan dan mual sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu perjalanan. Terlepas dari larangan naik pesawat, risiko untuk mengalami keguguran tetap tinggi pada masa trimester pertama, yaitu pada usia tiga bukan pertama kehamilan.

Selain itu, hindari pula menaiki pesawat saat kehamilan masuk pada trimester akhir karena dapat membuat Ibu menjadi lelah dan merasa tidak nyaman.

Tips Aman Saat Terbang Untuk Ibu Hamil

Agar tubuh tetap sehat dan perjalanan selama mengudara nyaman, Anda dapat mengikuti tips naik pesawat saat hamil berikut ini:

1. Mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung air atau cairan sehingga tubh tidak mengalami dehidrasi.

2. Mengenakan pakaian yang longgar agar nyaman selama perjalanan.

3. Memilih tempat duduk yang memiliki ruang bergerak yang agak luas seperti kursi di sebelah lorong misalnya.

4. Memakai dan mengencangkan sabuk pengaman dibawah perut agar janin tidak tertekan.

5. Hindari duduk terlalu lama, usahakan untuk berjalan-jalan sesekali di lorong pesawat agar sirkulasi darah menjadi lancar, jika tidak memungkinkan cobalah untuk meregangkan pergelangkan kaki selama berada di tempat duduk.

Nah, dari penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa kehamilan tidak menghambat Anda untuk menggunakan pesawat. Namun, perlu dicatat apabila hasil konsultasi dokter tidak mengijinkan naik pesawat saat hamil, maka sebaiknya jangan dipaksakan ya!