Penyebab dan Cara Mencegah Paru-Paru Basah

paru-paru basah

Paru-paru basah merupakan sebuah istilah yang menggambarkan terjadinya peradangan paru dan menimbulkan timbunan cairan pada jaringan paru-paru. Kondisi ini dapat menggambarkan berbagai jenis penyakit, misalnya pneumonia. Penyakit ini menyebabkan kantung udara pada paru-paru terpenuhi oleh nanah atau cairan. Tentu saja, kondisi ini sangat berbahaya karena paru-paru adalah organ vital yang memiliki fungsi penting bagi tubuh. Lalu, apa saja penyebab, gejala, dan bagaimana cara mencegah kondisi ini?

Mengenal Gejala Paru-Paru Basah

paru-paru basah
Pneumonia atau Paru-paru Basah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa penyakit paru basah sangatlah berbahaya. Apalagi jika gangguan ini menyerang bayi, anak-anak, atau orang yang lemah daya tahan tubuhnya. Oleh karena itu, penyakit ini harus diketahui sedini mungkin agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Penyakit paru basah bisa dikenali dari gejala yang umum dirasakan oleh penderitanya. 

Nah, gejala paru-paru basah di antaranya adalah batuk kering atau batuk disertai dengan dahak berwarna coklat, kuning, hijau, atau bahkan batuk darah berwarna kemerahan. Selain itu, penderita juga akan mengalami nyeri dada yang semakin parah saat batuk, nafsu makan hilang, kelelahan dan tidak berenergi, napas terasa sesak meski sedang beristirahat, muntah, mual, diare, hingga jantung berdebar.

Penyebab Paru-Paru Basah

paru-paru basah
Infeksi Virus Penyebab Paru-paru Basah

Ada beberapa hal yang bisa menginfeksi paru-paru sampai akhirnya menyebabkan kondisi paru basah. Penyebab paru-paru basah yang pertama adalah infeksi bakteri. Jenis bakteri paling umum yang dapat menyebabkan penyakit paru basah adalah Streptococcus pneumoniae. Selain itu, bakteri Mycoplasma pneumoniae, Legionella pneumophila, Haemophilus influenzae, dan Staphylococcus aureus juga sering menjadi penyebab kondisi ini. Paru basah jenis ini dapat disebabkan karena terjadinya penularan kuman dari orang lain dan pemakaian alat ventilator pada jangka panjang.

Infeksi virus juga bisa menyebabkan kondisi paru basah, karena infeksi virus akan menimbulkan penyakit flu, penyakit bronkitis dan bronkiolitis yang merupakan penyebab umum paru basah pada anak-anak atau balita. Paru basah jenis ini terbilang cukup ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya setelah 1-3 minggu tanpa menjalani pengobatan.

Nah, penyebab paru basah yang selanjutnya adalah infeksi jamur. Kondisi ini lebih banyak terjadi pada orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah atau mengalami masalah kesehatan kronis. Jenis jamur yang sering menjadi penyebab paru basah, yaitu Cryptococcus, Pneumocystis jirovecii, dan Histoplasmosis.

Selain karena infeksi, paru basah juga bisa disebabkan oleh beberapa hal lainnya. Misalnya pneumonia aspirasi, yaitu kondisi akibat masuknya benda asing ke saluran napas, seperti air liur, cairan lambung, serta makanan dan minuman, sehingga menyebabkan gangguan pada organ paru-paru. 

Cara Pencegahan Penyakit

paru-paru basah
Pola Hidup Sehat Agar Terhindar dari Paru-paru Basah

Cara mencegah paru-paru basah yang paling baik adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa pola hidup sehat yang wajib Anda terapkan di antaranya adalah menghindari rokok dan minuman beralkohol, menutup hidung dan mulut menggunakan sapu tangan saat bersin, rajin mencuci tangan agar terhindar dari penularan virus atau kuman dari orang lain, serta memakai masker saat berada di area yang terdapat polusi udara atau saat ada orang yang pilek dan batuk di kantor atau rumah.

Selain itu, Anda juga harus mendapatkan vaksinasi pneumonia atau vaksin PCV serta vaksin influenza. Menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan juga sangat penting untuk menjaga kesehatan paru-paru, misalnya dengan membuang sampah di tempatnya serta membersihkan rumah dan lingkungan di sekitarnya secara rutin.

Paru-paru basah merupakan masalah kesehatan sangat serius dan perlu mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis paru-paru. Nantinya, dokter akan menyarankan pengobatan paru-paru yang sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Misalnya, apabila paru basah disebabkan karena infeksi bakteri, maka dokter akan menanganinya dengan memberikan antibiotik. Jadi, apabila kamu merasakan gejala-gejala tertentu yang menjadi indikasi paru basah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *