Pengertian Sistem Saraf Manusia dan Cara Kerjanya

sistem saraf manusia

Setiap makhluk hidup yaitu manusia dan hewan pasti memiliki saraf. Sistem saraf pusat adalah sistem organ pada manusia dan hewan yang terdiri atas susunan serabut saraf atas sel-sel saraf yang saling terhubung dan esensial untuk persepsi sensoris indrawi, aktivitas motorik volunter, involunter organ atau jaringan tubuh dan homeostasis berbagai proses fisiologis tubuh.

Saraf sendiri merupakan jaringan paling rumit dan terpenting karena terdiri atas jutaan sel saraf atau neuron yang saling terhubung dan vital untuk perkembangan pikiran, ingatan dan bahasa.

Adanya sistem ini membuat kita dapat merasakan hantaran rangsangan dari orang lain. Misalnya saat kita sedang bersentuhan, berpegangan tangan atau hanya tersenggol secara tidak sengaja oleh orang lain. Saat itu, kita akan merasakan hantaran rangsangan sampai pada diri kita.

Sistem ini merupakan salah satu bagian paling penting dari sistem koordinasi yang mengatur aktivitas tubuh melalui rangsangan listrik dengan cepat. Kemampuan menanggapi rangsangan tersebut dinamakan iritabilitas. Sistem ini berperan penting dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas membuat makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Sistem pada saraf terdiri atas saraf pusat yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.

Kemudian ada sistem saraf tepi atau perifer yang terdiri atas somatik dan otonom.

perbedaan sel saraf

Struktur Saraf

Pada sistem ini terdapat sel saraf yang disebut neuron dan gilial. Neuron berfungsi mengantarkan impuls atau rangsangan dari panca indra menuju otak dan tanggapan dari otak akan dikirim ke otot. Sementara sel gilial berfungsi memberi nutrisi pada neuron.

Neuron memiliki bagian-bagian struktur tempat terjadinya kinerja sistem saraf yang dimulai dari dendrit yang berfungsi menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel. Badan sel berfungsi meneruskan rangsangan dari dendrit menuju ke akson. Badan sel memiliki inti sel sebagai pengatur kegiatan neuron.

Rangsangan yang diterima badan sel kemudian dijalarkan oleh akson menuju neuron atau jaringan lainnya. Akson dilindungi oleh selubung meilin dari kerusakan dan sel Schwann yang berfungi sebagai penyedia makanan sekaligus membantu regenerasi akson.

Selain itu, neuron juga dilengkapi Nodus ranvier untuk mempercepat transmisi impuls saraf dan sinapsis yang merupakan pertemuan antara ujung akson di sel saraf satu dan ujung dendrit pada sel saraf lainnya.

Sel saraf atau neuron juga dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

  1. Sel saraf sensorik yang berfungsi menerima rangsang yang diterima tubuh atau panca indra, diubah menjadi rangsangan saraf dan diteruskan ke otak.
  2. Sel saraf motorik, yaitu saraf yang berfungsi membawa impuls saraf dari otak dan sumsum tulang belakang menuju otot.
  3. Sel saraf penghubung yang berfungsi menghubungkan dan meneruskan impuls dari sel saraf sensorik menuju sel saraf motorik

Pusat Saraf

Pusat saraf merupakan tempat kendali dan pengaturan terhadap kerja jaringan saraf sampai ke sel saraf. Pusat saraf memiliki jembatan varol berupa serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kanan dan kiri serta otak besar dengan sumsum tulang belakang.

  • Otak besar

Dikelilingi cairan serebrospinal sebagai pemberi makan otak dan melindungi otak dari guncangan. Di dalam otak besar terdapat pembuluh darah sebagai pemasok oksigen.

  • Otak kecil

Gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan dan pusat tubuh berpusat pada otak kecil.

  • Sumsum Lanjutan

Berfungsi mengatur suhu tubuh, kendali muntah, mengatur gerak refleks dan pusat pernapasan.

  • Sumsum tulang belakang

Memiliki fungsi utama sebagai pusat gerak refleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *