Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Penyakit Lepra

penyakit lepra

Lepra yang dikenal juga dengan nama penyakit kusta, merupakan penyakit yang menyerang bagian kulit, selaput lendir di saluran pernapasan atas, mata, dan sistem saraf perifer. Penyakit lepra menyebabkan kerusakan saraf, luka pada kulit, melemahnya otot, serta mati rasa.

Penyebab penyakit lepra adalah bakteri Mycobacterium leprae. Jenis bakteri ini membutuhkan waktu sekitar 6 bulan sampai 40 tahun untuk dapat berkembang dalam tubuh. Lantas, apa saja gejala dan bagaimana cara mengobati penyakit lepra?

Gejala dan Cara Mengobati Penyakit Lepra

penyakit lepra
Tindakan Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Gejala penyakit lepra dapat muncul 1-20 tahun setelah bakteri Mycobacterium leprae menginfeksi tubuh para penderita. Gejala kusta memang tidak tampak jelas dan berjalan cukup lambat. Oleh karena itu, tidak heran jika sangat sarang penderita yang mengenali gejala lepra sejak dini.

Gejala lepra dapat ditandai dengan terjadinya mati rasa, munculnya lesi berwarna pucat dan semakin menebal di area kulit tertentu. Selain itu juga muncul sebuah luka yang tidak sakit, terjadi pembesaran saraf pada lutut dan siku, otot melemah. Bahkan hingga mengalami kelumpuhan. 

1. Diagnosis Penyakit Kusta

Cara pengobatan kusta yang pertama adalah dengan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Kasus kusta umumnya bisa didiagnosis dari temuan berupa adanya kelainan bercak merah atau pucat pada kulit yang menyebabkan mati rasa serta penebalan saraf. Untuk itu, penderita wajib periksa ke dokter.

2. Konsumsi Obat-obatan 

penyakit lepra
Penderita Lepra Harus Meminum Obat Secara Teratur

Untuk mengatasi lepra, biasanya dokter akan memberikan terapi obat yang memerlukan waktu sekitar 6 bulan hingga 2 tahun. Jenis obat yang sering digunakan adalah Rifampicin, Clofazimine, dan Dapsone. Terapi diyakini sangat efektif untuk memutus rantai penularan dan mencegah komplikasi.

3. Rutin Mengkonsumsi Obat

Pada dasarnya, lepra merupakan jenis penyakit yang dapat disembuhkan. Namun, dengan catatan penderita harus minum obat resep dokter secara rutin. Kurang disiplin mengonsumsi obat justru akan membuat bakteri Mycobacterium leprae menjadi semakin kebal pada pengobatan selanjutnya. 

Saat kondisi tersebut berlangsung dalam jangka waktu lama, maka gejala yang dialami oleh penderitanya pun akan semakin parah. Pasalnya, bakteri Mycobacterium leprae akan terus berkembang biak. Hal ini menyebabkan populasi bakteri semakin menumpuk di dalam tubuh.

4. Penuhi Asupan Nutrisi

penyakit lepra
Asupan Nutrisi dari Makanan

Selain wajib meminum obat, penderita juga wajib memperhatikan asupan makanan. Bertujuan agar nutrisi makanan bisa membantu mempercepat proses penyembuhan. Beberapa pilihan makanan wajib dikonsumsi oleh penderita antara lain kacang-kacangan serta biji-bijian mentah. 

5. Pembedahan Kusta

Pada kasus tertentu, penderita membutuhkan pembedahan. Pembedahan dilakukan sebagai lanjutan dari proses pengobatan antibiotik. Tujuannya guna memperbaiki saraf tubuh yang rusak dan memperbaiki bentuk tubuh penderita yang cacat, sehingga dapat beraktivitas dengan normal kembali.

Hingga saat ini, masih belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah penyakit lepra. Adanya gerakan yang memberikan informasi tentang penyakit ini kepada masyarakat adalah langkah yang penting. Diharapkan bisa membantu para penderita lepra untuk mendapatkan pengobatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *