Pahami Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Angin Duduk

angin duduk

Pada umumnya, orang-orang akan mengerok badan saat merasa masuk angin dan dada terasa tertekan. Padahal, tidak semua gejala masuk angin yang Kamu rasakan dapat diatasi dengan mengerok badan. Apalagi jika masuk angin yang diiringi dengan rasa nyeri di dada. Bisa jadi, hal yang dirasakan merupakan sebuah peringatan atau gejala terjadinya serangan jantung. Hal ini dapat terjadi saat jantung tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Keadaan semacam ini lebih dikenal oleh masyarakat sebagai penyakit angin duduk atau angina. Lalu, apa saja gejala, penyebab, serta cara mengatasi angina? Yuk, simak ulasan berikut!

Gejala Penyakit Angina

angin duduk
Nyeri pada Dada Salah Satu Tanda Angina

Jika Kamu sering merasakan nyeri di bagian dada, sebaiknya kenali intensitas rasa nyeri tersebut. Hal ini karena bisa jadi rasa nyeri yang Kamu rasakan bukan sekedar masuk angin biasa, melainkan menjadi gejala terjadinya masalah serius pada jantung.

Nah, beberapa gejala atau ciri-ciri angin duduk di antaranya adalah adanya sensasi tindihan atau penekanan pada dada, dada terasa sakit, sensasi terbakar, dada terasa sangat berat dan penuh, pusing, mual, keringat dingin, lemas, hingga mengalami sesak napas. Selain itu, gejala yang mungkin akan Kamu rasakan adalah mengalami rasa sakit di bagian belakang tulang dada. Rasa sakit ini kemudian bisa menyebar ke bagian leher, bahu, lengan, punggung, rahang, bahkan tenggorokan.

Gejala yang dirasakan oleh penderita angina biasanya lebih sering timbul saat mereka sedang beraktivitas. Gejala ini kemudian hilang atau mereda saat penderitanya minum obat atau beristirahat. Dalam dunia kedokteran, angina semacam ini disebut sebagai angina stabil. Sementara itu, ada kasus di mana angina tidak bisa hilang meski penderitanya sudah minum obat atau beristirahat. Angina semacam ini dikenal sebagai angina yang tidak stabil.

Mengenal Penyebab Angin Duduk

angin duduk
Penyempitan pada Pembuluh Darah

Angin duduk merupakan sebuah kondisi yang terjadi saat koroner atau pembuluh darah jantung mengalami penyempitan. Pembuluh koroner pada jantung memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu mengalirkan darah kaya oksigen ke otot-otot jantung, sehingga jantung bisa memompa darah dengan baik. 

Saat pembuluh koroner mengalami penyempitan, tentunya suplai oksigen ke otot jantung akan terganggu dan berkurang. Hal ini menyebabkan jantung tidak mampu memompa darah secara maksimal. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit jantung koroner. Jantung koroner sendiri merupakan sebuah penyakit yang disebabkan karena terjadinya pembentukan tumpukan lemak atau plak pada pembuluh darah koroner. 

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko jantung koroner sebagai penyebab terjadinya angina. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah diabetes, obesitas, kolesterol tinggi, hipertensi, jarang berolahraga, stres, merokok, terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol,  atau ada keluarga yang memiliki riwayat angina.

Cara Mengatasi Penyakit Angina 

angin duduk
Merubah Gaya Hidup agar Terhindar dari Angina

Cara mengatasi angina pada tiap orang akan berbeda-beda, tergantung dengan seberapa besar terjadinya kerusakan jantung pada setiap pasien. Bagi pasien dengan angina yang ringan, penggunaan obat-obatan tertentu serta mengubah gaya hidup sehat bisa membantu aliran darah menjadi lebih baik.

Biasanya, dokter akan memberikan resep obat yang berguna untuk memperluas pembuluh darah, memperlambat kerja hati yang bertujuan agar tidak bekerja terlalu keras, serta untuk membantu kerja pembuluh darah lebih rileks sehingga akan lebih banyak darah yang mengalir ke jantung.

Jika terjadinya penyempitan pembuluh darah pada jantung yang menjadi penyebab angina tidak dapat diatasi lagi dengan menggunakan obat-obatan, maka dokter akan melakukan tindakan khusus untuk mencegah serangan jantung, yaitu pemasangan ring jantung atau melakukan operasi bypass jantung.

Agar terhindar dari penyakit angin duduk yang sangat berbahaya, sebaiknya Kamu mulai menerapkan gaya hidup sehat sejak saat ini juga. Caranya adalah dengan rutin berolahraga, mengonsumsi aneka makanan yang sehat bagi jantung, menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan garam, menjaga berat badan agar tetap ideal, menjauhi minuman beralkohol, serta tidak merokok. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, maka Kamu bisa terhindar dari bahaya angina yang dapat mengancam jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *