Perkembangan Bayi 6 Bulan yang Harus Ibu Ketahui

Perkembangan Bayi 6 Bulan yang Harus Ibu Ketahui! Bayi yang baru berusia 6 bulan adalah masa-masa emas yang menarik untuk para orang tua saksikan bersama. Pasalnya dalam masa ini, perkembangan si bayi cukup pesat dan banyak sekali perubahan yang terjadi. Sehingga para orang tua perlu menyadari hal ini dengan baik, agar lebih memperhatikan buah hati sesuai dengan usianya.

Untuk itu, berikut ini penjelasan mengenai macam-macam perkembangan bayi 6 bulan, yang perlu para Ibu ketahui.

Pintar Berguling

Pada usia minimal 6 bulan, biasanya otot-otot leher dan tangan bayi bertambah kuat. Oleh karena itu, memungkinkan bayi akan sering bergerak dan semakin pintar berguling. Jika Ibu sudah mengetahui hal ini, maka harus lebih berhati-hati terhadap si kecil. Jangan sampai lengah, apalagi meninggalkannya di tempat tidur atau tempat tinggi sendirian, karena beresiko bisa terjatuh.

Selain itu, karena gerakannya yang semakin aktif, ibu juga harus memperhatikan pakaian yang nyaman dan mendukung segala aktivitasnya. Si kecil akan nyaman jika diberikan pakaian yang sedikit longgar, melar, atau memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindarilah memakaikan pakaian yang kasar dan ketat pada si kecil, karena bisa memberikan rasa tidak nyaman seperti iritasi atau gerak yang terbatas.

Konsumsi Makanan Padat dan Perubahan Warna Tinja

Perkembangan selanjutnya yang dialami oleh bayi berusia 6 bulan adalah berubahnya pola makan si kecil. Yang awalnya hanya mengonsumsi ASI, mulai mengonsumsi makanan padat seperti sayuran dan beberapa jenis buah-buahan. Hal ini menyebabkan warna dan bau pada tinjanya juga berubah. Dalam hal ini, ibu harus memperhatikan pola makannya yang mulai berubah, agar tetap ternutrisi dan BAB si kecil selalu lancar.

Mulai Menggunakan Bahasa Isyarat

Masa pertumbuhan atau perkembangan emas ini, bayi berusia 6 bulan sudah mulai bisa diajarkan bahasa isyarat. Hal inilah yang kebanyakan selalu ditunggu oleh para orang tua diluar sana, pasalnya si kecil dapat bertingkah menggemaskan.

Berbagai bahasa isyarat atau bahasa tubuh yang umum dilakukan adalah seperti melambaikan tangan, yang maksudnya “selamat tinggal”, menunjuk untuk menunjukkan pada sesuatu atau berarti “lihat itu!”, dan tentunya masih banyak lagi yang bisa dilakukan.

Lalu mengapa si kecil sudah cukup paham akan hal ini, sementara belum mampu berbicara? Karena kemampuan motorik biasanya akan berkembang lebih dulu, daripada kemampuan berbahasa pada anak.

Mulai Mengoceh

Jika sebelumnya bayi telah bisa bergumam dan berteriak, maka di usia keenam bulan ini mereka mulai mampu mengoceh dengan ucapan yang tercipta dari bentuk bibir, seperti “ma-ma”, “ba-ba, “pa-pa”, dan lain sebagainya. Dan pada masa ini, bayi lebih jarang untuk menangis, karena mereka sudah mulai bisa menjelaskan sesuatu atau yang mereka inginkan, dibarengi dengan bahasa isyarat. Dari hal ini kita mulai menyadari uniknya perpaduan antara bahasa tubuh dengan ocehan yang dilakukan oleh bayi.

Belajar Duduk

Dibulan keenam, pada umumnya bayi sudah mulai bisa belajar duduk. Mereka mulai mengetahui dan bisa bagaimana caranya menggunakan tangan untuk menyangga tubuh, dan otot punggung bayi menjadi semakin kuat untuk menopang beban tubuhnya. Dan kelamaan, bayi menjadi lebih terbiasa dan bisa melepaskan satu per satu tangannya, untuk dapat duduk tegak.

Itulah beberapa jenis perkembangan bayi 6 bulan yang umum dan normal terjadi. Mengikuti dan mengetahui segala perkembangan yang dialami buah hati kita memang begitu seru, bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *