Wajib Dicatat, Inilah Berbagai Posisi Tidur Bayi yang Baik 

posisi tidur bayi yang baik

Bayi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Diketahui bahwa bayi usia 4 – 7 bulan membutuhkan waktu untuk tidur sebanyak 12 – 14 jam dalam sehari. Dalam kurun waktu tidur itu, posisi tidur bayi yang baik harus diperhatikan. 

Posisi tidur harus diperhatikan karena tidak semua posisi tidur aman bagi si kecil. Oleh karena itu, orang tua wajib memperhatikan posisi tidur buah hati tercinta agar tidak terjadi kesalahan yang bisa berakibat fatal. Lantas, bagaimana posisi tidur bayi yang baik?

Inilah 5 Posisi Tidur Bayi yang Baik

Khusus untuk si kecil yang baru lahir sampai usianya 6 bulan, orang tua perlu mengawasinya lebih ketat agar posisi tidurnya tidak miring dan tengkurap. Membedong bayi yang usianya masih di bawah 3 bulan dengan erat juga bisa membantu.

1. Jangan Tidur Satu Kasur dengan si Kecil

posisi tidur bayi yang baik
Biarkan si kecil tidur sendiri agar lebih aman

Hal pertama, hindari tidur satu ranjang dengan si kecil. Tidur satu kasur dengan si kecil sebenarnya tidak disarankan untuk orang tua. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko kemungkinan bayi akan tertindih badan orang tua, bantal, atau guling yang besar. 

Diketahui juga bahwa bayi yang tidur sekamar dengan orang tua akan lebih sering terbangun. Jadi, sebaiknya siapkan tempat tidur khusus untuk si kecil. Sehingga tidur bayi bisa lebih nyenyak dan aman.

2. Hindari Meletakkan Mainan atau Boneka

Mainan, selimut tebal, boneka, dan benda lain yang bisa menimpa bayi sebaiknya dijauhkan. Pasalnya, benda tersebut bisa menimpa dan menghalangi jalan napas saat tidur. Bahkan, pemakaian bumper atau bantalan untuk melindungi sisi ranjang si kecil pun sebenarnya tidak disarankan.

3. Jaga Suhu Kamar

posisi tidur bayi yang baik
Pastikan suhu kamar tetap terjaga dan hangat untuk bayi

Suhu kamar juga penting diperhatikan. Pastikan bahwa suhu ruangan kamar selalu dalam keadaan hangat saat si kecil tidur. Perlu diketahui bahwa suhu yang hangat cenderung akan membuat si kecil tertidur lebih nyenyak. 

Sebaiknya, pakaikan si kecil baju dan celana panjang. Pastikan pula bahwa si kecil tidak menggunakan baju atau selimut yang terlalu tebal. Hindari menggunakan AC terlalu dingin.

4. Hindari Menutup Kepala Si Kecil

Sebaiknya, selimuti si kecil hanya sampai pada bagian dada dengan tangan terbuka. Tujuannya untuk menghindari bayi menggeser selimut ke posisi kepala tanpa sengaja. The American Academy of Pediatrics lebih menyarankan para orang tua untuk memberikan buaian kepada bayi agar hangat.

5. Hindari Menggunakan Kasur yang Terlalu Empuk

posisi tidur bayi yang baik
Jangan memakai kasur yang terlampau empuk untuk bayi

Meskipun orang tua selalu ingin yang terbaik untuk buah hatinya, namun ada baiknya untuk menghindari kasur yang sangat empuk. Pasalnya, bisa menyebabkan bayi bergerak sendiri tanpa disadari. Hal ini bisa mempermudah bayi mengganti posisi tidurnya, baik miring atau tengkurap.

Posisi tidur miring dan tengkurap ternyata sangat tidak disarankan untuk bayi. Bayi yang tidur dengan posisi miring, biasanya akan berakhir dengan posisi tengkurap. Hal ini bisa menyebabkan bayi mengalami sulit napas. 

Pasalnya, saluran pernapasan akan terhalang atau menyempit saat posisi tidur tengkurap. Akibatnya, bayi akan mengalami kekurangan oksigen. Terjadinya penyempitan jalan napas pada bayi tentu sangat berbahaya. 

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko sindrom kematian mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Sebagai upaya untuk mengurangi risiko tersebut, maka sebaiknya bayi selalu ditidurkan dengan posisi telentang. Dengan begitu bisa lebih aman. 

Memang posisi tidur bayi yang baik adalah telentang. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua selalu memastikan bahwa si kecil tidur dengan posisi telentang sampai usianya 1 tahun. Posisi telentang memang terbukti bisa menurunkan risiko SIDS pada bayi hingga 50%. 

Nah, itulah penjelasan mengenai posisi tidur bayi yang baik. Sekaligus beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah sindrom kematian mendadak pada si kecil. Pastikan setiap orang tua memperhatikannya agar si kecil bisa tumbuh sehat tanpa kekurangan satu apapun juga. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *