Sering Mengalami Perut Kedutan? Yuk Ketahui Penyebabnya Disini

perut kedutan bagian bawah

Kondisi perut kedutan bisa terjadi karena adanya kontraksi pada otot perut atau di area saluran pencernaan, seperti usus dan lambung. Umumnya kedutan yang terjadi bisa dimulai dari rasa yang ringan hingga parah, bahkan bisa terasa seperti kram perut. Kedutan yang ringan umumnya tidak mengkhawatirkan, namun yang parah bisa sebagai pertanda kondisi serius.

Penyebab Kedutan di Perut

Terkadang aktivitas fisik yang melibatkan otot perut yang terlalu berat, bisa menjadi penyebab kedutan pada perut karena otot yang menjadi tegang. Tidak hanya kedutan, otot yang tegang juga bisa ditandai dengan rasa nyeri di perut dan akan terasa lebih parah pada saat bergerak. Namun, jarang olahraga juga bisa menyebabkan otot pada perut menjadi tegang dan berkedut.

mau tau kenapa perut kedutan

Adanya hormon stres yang dilepaskan oleh otak ternyata memiliki dampak yang besar terhadap tubuh manusia, terutama otot. Dimana hormon tersebut dapat menyebabkan otot perut menjadi bergetar bahkan mengalami kontraksi. Otot yang berkedut karena rasa cemas berlebih dan stres biasanya disebut dengan kecemasan saraf, dan bisa terjadi di seluruh otot tubuh.

Dehidrasi yang mengakibatkan kehilangan elektrolit yang disebabkan oleh muntah, berkeringat, dan juga diare ternyata juga bisa menjadi penyebab perut menjadi berkedut. Dimana hal tersebut terjadi karena otot memerlukan elektrolit agar bisa berfungsi dengan baik. Adanya ketidakseimbangan elektrolit pada tubuh, bisa menyebabkan otot bekerja tidak normal.

Ternyata terlalu banyak mengkonsumsi kafein juga bisa menyebabkan seluruh bagian tubuh kedutan dan kram, termasuk otot perut. Tidak jauh berbeda, kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan perut menjadi kedutan. Hal tersebut karena kandungan nikotin pada rokok bisa menyebabkan kontraksi pada otot. Meskipun efek tersebut lebih umum terjadi pada kaki.

Selain itu, perut yang berkedut juga bisa disebabkan oleh adanya penyakit radang usus dan juga perut kembung karena ada penumpukan gas dalam perut, irritable bowel syndrome, grastitis, konstipasi, dan juga adanya kehamilan. Efek samping obat obatan, seperti antidepresan, antiepilepsi, dan antipsikotik tertentu juga bisa menjadi penyebab kedutan di perut.

Penyakit yang Ditandai Dengan Kedutan di Perut

Kedutan yang terjadi pada perut, kemungkinan juga bisa menjadi pertanda penyakit kelainan saraf. Penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) merupakan salah satu penyakit yang gejalanya terjadi kedutan pada perut. Penyakit satu ini secara spesifik akan menyerang bagian otak dan saraf tulang belakang yang mengendalikan gerakan otot motorik.

ini penyebab perut kedutan

Penderita penyakit yang lebih sering dikenal dengan Lou Gehrig ini, seiring berjalannya waktu bagian saraf akan semakin rusak. Sehingga penderita Liu Gehrig akan kehilangan kekuatan otot, kemampuan makan, berbicara, hingga bernapas. Namun penyakit ini tidak memengaruhi fungsi indra dan tetap masih bisa berfikir dengan baik, serta mampu berinteraksi dengan orang lain.

Kedutan pada perut juga menjadi pertanda adanya Spinal Muscular Atrophy (SMA) yang merupakan penyakit genetik otot saraf. Penyakit ini tanda paling penting adalah terjadi kelumpuhan otot. Penyakit ini, murni disebabkan oleh kerusakan sel sel saraf pada sumsum tulang belakang di bagian sistem pusat yang berjalan secara kontinu dari otak.

Selain itu kedutan pada perut juga bisa menjadi pertanda adanya neuropati yang disebabkan oleh diabetes, efek samping alkohol, infeksi atau cedera. Distrofi otot juga bisa ditandai dengan adanya kedutan. Meskipun demikian, perut yang berkedut umumnya tidak berpotensi membahayakan. Kedutan ini biasanya juga hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.

itulah beberapa penyebab perut kedutan dan pertanda penyakit yang mungkin saja terjadi apabila terdapat kedutan. Untuk itu, ada baiknya jika menerapkan gaya hidup yang sehat agar terhindar dari kedutan pada perut. Anda bisa memulai dengan menerapkan pola makan yang sehat, pandai mengelola stres, istirahat yang cukup, serta membatasi asupan kafein dan rokok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *