Sudah Tahu Tentang Sleep Apnea? Yuk Cari Tahu Disini

mengenal sleep apnea

Sleep Apnea merupakan suatu kondisi dimana penderitanya akan berhenti bernapas selama kurang dari 15 hingga 20 detik pada saat tidur. Umumnya gangguan ini akan ditandai dengan mengorok saat tidur serta tetap merasa mengantuk meskipun sudah tidur dalam waktu lama. Lantas bagaimana jika gangguan tidur ini terjadi pada bayi prematur? Yuk simak disini.

Gangguan Tidur Pada Bayi Prematur

Bayi prematur merupakan bayi yang lahir dengan bulan dan berat yang kurang dari bayi umumnya. Oleh karena itu, bayi dengan kelahiran prematur sangat rentan mengalami gangguan kesehatan, termasuk gangguan dimana ia akan berhenti bernapas selama sejenak saat tidur. Gangguan tidur ini harus ditangani dengan cepat, agar tidak berakibat fatal.

ini dia sleep apnea

Penyebab Gangguan Tidur Pada Bayi Lahir Prematur

Umumnya gangguan berhenti napas saat tidur pada bayi prematur dipicu oleh sistem saraf pusat di otak yang mengatur pernapasan belum terbentuk dengan sempurna. Tidak hanya itu ada beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan gangguan tidur tersebut, seperti pendarahan pada otak bayi. Atau juga bisa terjadi karena adanya perubahan suhu tubuh bayi.

Tidak hanya itu, bayi prematur yang berhenti bernapas sejenak di saat tidurnya juga bisa disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem pernapasan dan pencernaan, seperti refluks asam lambung. Adanya kadar kalsium dan glukosa yang terlalu rendah dalam darah, juga bisa menjadi penyebabnya. Bahkan posisi tubuh pada saat disusui juga bisa menjadi penyebabnya.

Cara Mengatas Gangguan Tidur Pada Bayi Prematur

Umumnya gangguan tidur pada bayi prematur dapat diketahui dan didiagnosis oleh dokter anak, saat ia masih menjalani perawatan di ruang NICU (Neotral Intensive Care Unit). Untuk mengatasi gangguan tersebut, maka dokter akan memberikan obat yang memiliki sedikit kandungan kafein kepada bayi prematur.

mau tau sleep apnea

Tidak hanya itu, dokter juga akan memasangkan alat bantu pernapasan dan alat untuk memantau laju pada pernapasan bayi. Sehingga dokter bisa memantau kondisi bayi yang terkena gangguan kesehatan dimana ia akan berhenti bernapas sekitar 15 hingga 20 detik di saat tidurnya.

Saat bayi sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang, ada kemungkinan jika bayi masih mengalami gangguan. Maka dokter akan membekali alat untuk mendeteksi napas bayi, yang biasanya disebut dengan apnea monitor. Alat ini terdiri dari dua komponen, yakni ikat pinggang sensor yang diletakkan dekat bayi dan layar monitor untuk memantau pergerakan dada bayi.

Saat mendapatkan alat apnea monitor tersebut, jangan keburu panik karena tidak mengetahui cara pemakaiannya. Pasalnya dokter pasti akan mengajarkan cara menggunakan apnea monitor. Tidak hanya itu, dokter juga akan membekali orangtua bayi dengan panduan cara memberikan bantuan pernapasan pada bayi prematur yang mengalami gangguan tidur.

Saat merawat bayi yang baru lahir, terkadang orangtua akan meminta bantuan dari jasa pengasuh. Apabila Anda menggunakan jasa pengasuh, jangan lupa untuk mengajarkan bagaimana cara memberikan bantuan pernapasan atau pertolongan pertama jika sewaktu waktu si kecil mengalami kondisi berhenti bernapas beberapa detik di saat tidur.

Saat si kecil kembali menunjukkan gejala adanya gangguan henti napas ketika tidur. Dan bantuan pernapasan telah diberikan, namun tidak ada reaksi. Maka segera bawa si kecil ke dokter atau rumah sakit terdekat. Tindakan tersebut dilakukan agar dokter bisa memeriksa kondisi si kecil dan bisa memberikan penanganan lebih lanjut jika memang diperlukan.

Bayi yang terlahir prematur memang rawan terkena berbagai jenis gangguan kesehatan, termasuk sleep apnea. Oleh karena itu, jika si kecil mengalami tanda tanda gangguan kesehatan tersebut, ada baiknya untuk segera dilarikan ke rumah sakit supaya bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *